Judi Online memang sangat menyenangkan, permainan satu ini ternyata cukup banyak digemari para selebritis dunia lho. Bahkan para selebriti tersebut rela mengeluarkan banyak uang untuk melakukan permainan judi online. Namanya juga selebriti, jelas banyak dong uangnya.

Nah daripada semakin menebak-nebak siapa saja selebriti tersebut, langsung saja simak beberapa uraian berikut ini.

Inilah 7 Selebriti Dunia Yang Hobi Judi Casino Online

1.  Matt Damon

Artis satu ini memiliki penggemar yang sangat banyak. Sebagai selebritis dunia Matt Damon juga tidak sering dikabarkan dengan berita miring seperti gosip hubungan asmara misalnya. Dibalik aktingnya yang sangat memukau tersebut, Matt Damon memiliki hobi yang sangat menarik. Lain tidak lain ia hobi melakukan judi online casino.

Beberapa orang tidak percaya jika Matt sangat senang melakukan judi Casino. Ia juga sering bersama dengan beberapa selebriti lain seperti Tobey Maguire misalnya. Kabar yang lebih menarik, Matt pernah mengeluarkan uang sampai jutaan dollar hanya untuk melakukan judi Casino.

2.  Tobey Maguire

Jika Anda merupakan penggemar atau pernah menonton film Spiderman, jelas Anda sudah tidak asing lagi dengan nama satu ini. Yups Tobey Maguire tak lain merupakan pemain yang menjadi Spiderman. Sama dengan Matt, Tobey juga memiliki kegilaan bermain judi online di.

Sempat ada kabar menghebohkan dimana Tobey pernah mendapatkan gugatan dikarenakan terlibat dalam cincin poker ilegal. Memang banyak yang tidak percaya jika Tobey memiliki hobi judi. Namun dirinya juga mengaku jika belum bisa melepaskan diri dari kecanduannya bermain judi poker.

3.  Ben Affleck

Selain kedua nama di atas, Ben Affleck juga menjadi salah satu selebritis dunia yang juga tergila-gila dengan permainan judi. Matt, Tobey dan Ben kerap terlihat sedang melakukan permainan Casino bersama-sama. Beberapa kabar memberitakan jika kecanduannya dalam bermain judi sangat parah.

Bahkan sampai ada yang memiliki dugaan jika perceraian antara Jennifer Garner dengan Ben dikarenakan Ben sangat kecanduan parah dengan dunia judi online.

Karena kecanduannya yang sudah melewati batas tersebut juga membuat Ben pernah berada di pusat rehabilitasi. Namanya juga sudah kecanduan, Ben juga tidak segan-segan jika harus mengeluarkan uang hingga jutaan dolar hanya untuk melakukan permainan judi online.

4.  Michael Phelps

Michael Phelps merupakan atlet yang pernah terlibat dalam kejuaraan olimpiade renang. Selain aktif menjadi atlet, Michael Phelps juga beberapa kali terlibat dalam akting di film hollywood. Pria yang terkenal dengan prestasinya dalam dunia renang ini ternyata juga kecanduan main judi Casino.

Beberapa fakta sudah mengatakan jika dirinya memang kecanduan melakukan permainan Casino. Untuk itulah, Michael tidak segan-segan jika harus menghabiskan nominal sampai puluhan juta dollar untuk melakukan permainan judi casino.

5.  50 Cent

50 Cent merupakan salah satu selebriti dunia yang terkenal dengan karirnya di dunia musik. Jika membicarakan siapa rapper terbaik, jelas jawabannya akan tertuju ke pemain satu ini. Namun dibalik karirnya yang gemilang, pria satu ini dikabarkan memiliki kebiasaan yang nyeleneh.

Ia sendiri juga mengaku jika memang pernah menggunakan obat terlarang, kokain untuk bertahan hidup. Bahkan selain kedua aktivitas tersebut, dirinya juga mengaku aktif melakukan judi. Kebiasaan judinya memang sudah dikenal luas.

Bahkan kabar terakhir menyebutkan jika selebriti dunia ini juga pernah melakukan permainan judi hingga menghabiskan dana mencapai $500.000. Pada waktu itu ia melakukan judi dalam pertandingan judi bola dengan tim yang bermain Giantas serta tim 49Ers. Melalui aktivitas tersebut sudah memberikan bukti jika memang rapper satu ini sangat hobi melakukan permainan judi.

6.  Charlie Sheen

Sudah menjadi rahasia umum jika salah satu selebriti ini memang tergila-gila dengan dunia judi. Bahkan ia mendapatkan sebutan juga sebagai salah satu aktor yang memiliki kecanduan gila dalam bermain judi online.

Kabar tersebut juga relevan dengan pernyataan Denise Richard yang mengatakan jika Charlie tidak akan merasa keberatan jika harus mengeluarkan uang banyak saat judi online. Bahkan uang yang dihabiskan bisa sangat banyak sekali. Charlie bisa menghabiskan hingga USD$20.000 dalam setiap pekan hanya untuk melakukan permainan judi online.

7.  Ray Romano

Jajaran selebritis dunia selanjutnya yang memiliki kecanduan parah dalam permainan judi tak lain yaitu Ray Romano. Bahkan ia sendiri pernah mengkonfirmasi apabila karakter yang dibintangi dalam film “Men of A Certain Age” adalah peran yang ia lahirkan dari kegiatannya sehari-hari ketika mengatasi masalah dalam dunia judi. Untuk itulah ia akan melakukan peran dengan maksimal karena sudah melatih dirinya melalui aktivitas judi yang sehari-hari dilakukan.

Itu tadi beberapa jajaran selebriti dunia yang sangat senang melakukan permainan judi online. Hal ini memberikan bukti jika dunia judi online memang sangat menarik. Tak peduli kalangan manapun, akan ada yang gemar bahkan kecanduan melakukan judi.…

Read More

Apakah Anda sering mendengar lagu yang sudah ada sejak dulu namun dengan suara yang berbeda? Suara siapa yang Anda dengarkan? Anda mungkin tidak tahu siapa penyanyi yang mengulang lagu tersebut. Tetapi Anda tahu bahwa penyanyi pada lagu tersebut adalah seorang penyanyi cover.

Penyanyi Cover

Penyanyi lagu cover yang sudah muncul sejak adanya ajang pencarian bakat bernyanyi, kini semakin ramai. Para penyanyi ini semakin berlomba menyanyikan lagu penyanyi asli dengan suaranya yang memikat. Tentu dalam hal seni, hal seperti ini bukanlah larangan jika sang pemiliki lagu asli mengizinkannya. Akhirnya kini kita bisa mendengarkan suara orang yang dulunya biasa menjadi terkenal karena suara merdunya. Keberadaan penyanyi cover sangatlah mudah untuk kita temui.

Anda bisa mendengarkan lagu penyanyi cover pada Youtube, Facebook, Tiktok dan media sosial lainnya yang mengizinkan untuk mengakses video atau lagu. Biasanya lagu yang mereka nyanyikan memiliki keunikan tersendiri, mulai dari suaranya, nada yang sedikit berubah dan video tampilan lagu tersebut. Tentu ini akan menjadi baik tergantung dengan konsumen atau pendengar lagi tersebut.

Jika Anda belum pernah mendengarkan lagu cover, maka kini Anda harus mencoba untuk mendengarkannya. Ini bukan tindakan yang salah ketika Anda ingin mencari suatu hal yang baru. Berikut adalah penyanyi cover rekomendasi kami untuk Anda dengarkan!

1. Reza Darmawangsa

Penyanyi yang terkenal pada akun Youtubenya dengan bentuk pencampuran beberapa lagu (Mashup) yang sering ia sebut dengan “SING-OFF”. Reza Darmawangsa, penyanyi asal Bandung yang namanya semakin terkenal setelah ia menjadi peserta pada Rising Star. Suaranya yang cukup unik dan berwajah tampan ini ternyata membuatnya banyak mendapat penggemar.

Anda bisa mengunjungi Channel youtubenya yang bernama “Reza Darmawangsa” dan pada akunnya terdapat banyak sekali cover lagu, lagu mashup, dan lagu hasil ciptaannya sendiri.

2. Didik Budi dan Cindi

Penyanyi asal Yogyakarta ini selalu menyanyikan lagu dengan bahasa daerahnya sendiri. Karena dia juga mengikuti komunitas pelesatian daerah. Pada Channel youtube yang bernama DIDIK BUDI, Anda bisa menemukan ia selalu bernyanyi dengan kekasihnya CINDI. Lagu yang mereka cover seringkali bertemakan tentang percintaan yang bisa menemani hari Anda ketika jatuh cinta atau putus cinta.

Meski lagu yang mereka cover lebih sering menggunakan bahasa jawa, tetapi lantunan yang mereka nyanyikan akan membuat Anda terasa nyaman.

3. Ray Surajaya

Mungkin bagi pemusik muda, namanya sudah tidak asing lagi dan suaranya yang sudah terjamin sangat merdu. Ray Surajaya, merupakan seorang pria yang aktiv dalam melantunkan lagu cover. Banyak sekali lagu yang sudag ia cover seperti ” Bertaut”, ” Mungkin Hari Ini atau Esok” dan yang ia nyanyikan bersama temannya “Putus atau Terus”.

Ray juga sudah sering bernyanyi pada beberapa acara off air di Bandung, Bekasi dan beberapa kota lainnya. Pada Tiktok pun, lagu yang ia nyanyikan sering menjadi tranding. Anda bisa mengunjungi Channel youtubenya dengan nama Ray Surajaya.

4. Febby Putri

Setelah tadi kami jelaskan nama-nama penyanyi cover pria yang tampan, kita kami akan membahas tentang seorang wanita cantik yang suaranya tidak kalah merdunya. Febby Putri Nilam Cahyani, seorang gadis kelahiran tahun 2000 asal Makassar yang namanya melejit karena ia merupakan Artis internet dan juga penyanyi cover.

Anda bisa mendengarkan suaranya pada lagu yang berjudul “halu”, fakta menariknya lagu yang ia nyanyikan ini membuat dia semakin bersinar. Dia juga mulai bernyanyi sejak kecil, namun ia baru berani meng-upload suara emasnya ketika kelas 3 SMP. Kini Febi memiliki nama penggemar yang bernama Febyours.

5. Misellia Ikwan

Gadis cantik kembar kelahiran tahun 2004 ini mulai terkenal ketika ia kecil sering bernyanyi dan menggunggahnya pada akun instagramnya. Misellia Ikwan penyanyi muda asal Surabaya ini sering melakukan Mashup juga bersama dengan kakaknya, Vianita Ikwan yang usianya berbeda 3 tahun. Anda bisa mengunjungi channel Youtubenya yang bernama Misellia Ikwan dan mulai untuk mendengarkan lagu-lagunya.

Setelah Anda mengetahui 5 penyanyi cover muda asal Indonesia ini, apakah Anda sudah mendengarkan suara merdu mereka? Jika belum, langsung kunjungi channelnya ya! Selamat mendengarkan.…

Read More

Hebohnya media sosial karena terdapat salah seorang artis yang berasal dari negara gajah atau Thailand ini menjadi seorang Ambassador pada salah satu program kursus online di Indonesia. Vachirawit Chivaare atau yang sering kita dengar dengan sebutan “Bright” yang merupakan penyanyi dan juga aktor asal negaranya. Hal yang menarik pada Bright salah satunya karena suaranya yang sudah ia asah sejak kecil. Tentu dia memiliki dukungan dari ayahnya yang berprofesi sebagai pengajar musik.

“Kan Goo” menjadi lagu yang banyak sekali pengunjung untuk mendengarkannya, meski lagu ini merupakan soundtrack dari film LGBT di Thailand. Tetapi lagu yang Bright nyanyikan inilah yang menarik banyak orang untuk mendengarnya.

Penyanyi Thailand

Setelah lagu dari Bright ini cukup viral di Indonesia, maka semakin banyak juga orang yang mencari lagu-lagu dari negara gajah ini. Rata-rata penyanyi dari thailand merupakan aktor juga, ada yang awalnya menjadi aktor lalu penyanyi dan ada yang sebaliknya. Artis tersebut memiliki karir tambahan untuk bernyanyi secara solo atau grup untuk bisa menarik banyak perhatian penggemarnya. Suaranya yang sangat menarik dan arti dari lagu yang mereka nyanyikan sangat enak, maka kami rekomendasikan untuk Anda mendengarkan lagu dari penyanyi ini!

1. Nanon (Instagram @Nanon_Korapat)

Mungkin Anda tidak begitu asing mendengarkan nama ini. Korapat Kirdpan atau Nanon pria kelahiran tahun 2000 ini mulai terkenal sejak kecil, sebagai pemain iklan. Siapa sangka semakin dia tumbuh, ia menjadi seorang aktor dan penyanyi yang memiliki penggemar yang banyak. Nanon berada pada agensi yang bernama GMMTV.

Lagu yang kami rekomendasikan pada Anda adalah Youniverse, lagu yang menceritakan kisah dua remaja yang saling jatuh cinta. Lagu ini cukup unik, karena Anda juga bisa menonton filmnya sekaligus yang diperankan langsung oleh Nanon.

Fakta menarik yang bisa Anda katahui adalah ia mulai bernyanyi ketika usia 15 tahun dan itu juga merupakan soundtrack salah satu film series.

2. Sizzy

Sizzy merupakan girlband asal Thailand yang bisa kita katakan baru kemunculannya. Girlband andalah dari GMMTV ini memulai debutnya pada tahun 2020 dengan lagu pertama dengan judul Loading Love. Lagu keduanya dengan judul Love Score ini mereka nyanyikan bersama dengan Nanon.

Anggota dari girlband ini berjumlah 4 orang. Pertama adalah Jan atau Janhae memiliki nama Ployshompoo Supasap (Instagram @Janhae) sebagai pemimpin dari grup Sizzy. Kedua adalah Jane, yang memiliki nama asli Ramida Jirranoraphat (Instagram @Janeeyeh) yang memiliki posisi sebagai visual dari grup Sizzy. Ketiga adalah Ciize yang memiliki nama asli  Apichaya Saejung (Instagram @ciizezphr), ia memiliki posisi sebagai penari utama dalam grup. Terakhir adalah Aye yang memiliki nama asli Sarunchana Apisamaimongkol (Instagram @Aye_sarun) dia merupakan anggota termuda yang ada pada Sizzy.

3. TEMPT

Jika tadi kita membahas tentang girlband asal Thailand, maka sekarang kita membahas boybandnya. Tempt yang beranggotakan 4 orang ini bertemu pada satu film series yang cukup terkenal di Thailand dengan judul “Love Bye Chance”. Meski film yang mereka perankan secara bersamaan merupakan series boyslove, namun mereka menjadi sahabat meski film itu berakhir. Akhirnya mereka berempat membuat boyband yang sangat terkenal dengan dengan lagu pertamanya “Tell Me Is This Love” pada tahun 2019.

Anggota yang pertama dari Tempt ini Tittle atau Kirati Puangmalee (Instagram @Titlekrt) yang berperan sebagai vokal utama. Kedua adalah Perth atau Tanapon Sukhumpantanasan (Instagram @Perthppe) sebagai lead vokal dan Rhythm Guitar. Ketiga adalah Gun atau Napat Na Ranong (Instagram @Gunnapatn) sebagai pemain Bass dan terkadang menjadi vokal. Keempat yaitu Plan atau Rathavit Kijworaluk (Instagram @Iplann) sebagai pemain drum dan leader dari TEMPT.

4. Pearwah

Nichaphat Chatchaipholrat atau Pearwah (Instagram @Nichaphatc) seorang gadis cantik asal Thailand yang mulai terkenal sejak film Hormones2 the series. Pearwah merupakan aktor juga penyanyi ketika ia remaja dan menjadi seorang penyanyi pada film yang ia pertama mainkan. Penyanyi ini berasal dari agensi Nadao Bangkok dan sering bernyanyi untuk banyak film di Thailand.

Lagu yang kami rekomendasikan untuk Anda yaitu “My Ambulance” lagu yang menceritakan tentang kisah cinta yang harus dipertahankan. Pada lagu ini Pearwah bernyanyi dengan Paris untuk film dengan judul my Ambulance yang dibintangi oleh Bright.…

Read More

Dunia Musik dan Kebencian

Industri musik sudah berdiri sejak lama sekali dan meninggalkan ratusan nama-nama musisi legendaris dan ribuan karya-karya mereka. Banyak di antara karya-karya legendaris tersebut masih sering terdengar di telinga kita, entah kita tidak sengaja mendengarkan musik orang lain maupun kita sengaja mendengarnya. Seperti itulah siklus dunia musik yang tidak pernah berhenti. Seorang musisi lahir, kemudian berlanjut dengan ia meninggalkan karya, dan berakhir dengan perginya musisi tersebut dari dunia ini. Dalam dunia seni, segala macam karya memang bersifat abadi, tingkat keabadian juga tergantung seberapa hebat penciptanya. Dalam dunia musik juga demikian, musisi yang terkenal akan abadi meskipun dia sudah tidak memiliki tubuh fana di dunia ini. Tetapi ada satu yang selalu tersisa di setiap siklus suatu musisi. Ya anda benar, ketidaksukaan orang lain terhadap diri musisi tersebut dan karyanya.

Kebencian dalam dunia musik sudah ada sejak industri musik bermula. Para pembenci atau yang biasa kita sebut haters ini selalu ada di manapun, kapanpun, dan kepada siapapun. Bahkan musisi sekelas dan sekaliber Beethoven saja memiliki haters. Ketika karir musisinya dimulai, Beethoven memiliki haters yang tidak sedikit meskipun jumlah penggemarnya lebih banyak. Bahkan di abad ke-21 seperti sekarang ini masih banyak yang membenci Beethoven. Bagaimana Beethoven mengatasi kebencian yang mengarah kepada dirinya? Dia acuh tak acuh terhadap hal tersebut. Itu yang musisi legendaris Beethoven lakukan, lalu bagaimana dengan musisi abad ke-21 sekarang ini?

Musisi Modern dan Haters

Musisi yang aktif di era modern seperti ini juga tidak luput dari kebencian yang terarah kepada mereka. Mereka para musisi baik modern maupun musisi terdahulu tetaplah seorang manusia. Manusia memiliki kutukan bahwa jika ada kecintaan pasti juga ada kebencian. Karena itulah siapapun termasuk musisi tidak luput dari kebencian. Jika kita membicarakan musisi modern, kita akan dihadapkan dengan perundungan siber, ujaran kebencian, dan masih banyak lagi kebencian yang ada di internet. Ya, faktor utama yang membuat kebencian semakin berkembang dan mudah menyebar adalah karena internet. Musisi yang aktif sebelum era komunikasi berkembang tidak akan mendapatkan kebencian separah yang musisi modern dapat saat ini.

Cara Musisi Modern Menghadapi Haters

Musisi modern memang memiliki kebencian yang terarahkan kepada mereka melalui banyak hal, termasuk media komunikasi dan gawai. Namun bagaimana mereka bisa mengatasi kebencian yang terarah kepada mereka tersebut? Berikut adalah cara musisi-musisi modern mengatasi kebencian tersebut:

  • Martin Garrix yang Menganggap Kebencian sebagai Perhatian Berlebih

Martin Garris merupakan seorang produser musik elektronik. Dengan kata lain Martin Garrix termasuk sebagai musisi modern, karena itu ia juga tidak luput dari kebencian yang terarahkan kepadanya. Martin Garrix pernah berkata bahwa kebencian yang terarah kepadanya hanyalah bentuk perhatian yang sedikit berlebihan.

  • Beyonce yang Membatasi Akses Internet

Beyonce yang seorang diva musik papan atas ternyata memiliki cara unik untuk mengatasi kebencian tersebut. Beliau yang sedari awal memang jarang membuka internet tidak terlalu ambil pusing dengan berbagai kebencian tersebut. Memang benar ia tetap merasa sakit hati, tetapi itu bukan hal yang perlu seorang diva pusingkan, jadi ia menjauhkan diri dari internet.

  • Coldplay yang tidak Peduli

Coldplay memilih cara yang cukup simpel untuk mengahadapi kebencian yang terarah kepada mereka. Mereka tidak memedulikan hal tersebut sama sekali dan mereka sering berkata bahwa mereka ada untuk menghibur orang lain dan bukan untuk menghiraukan kebencian yang terarah kepada mereka. “Mereka yang membenci grup musik ini (Coldplay) biarkan saja, kami tidak peduli.” Ucap Chris Martin saat wawancara.

Akhir Kata

Kebencian memang sudah mengakar pada diri manusia. Jika suka adalah cahaya lampu yang terang, maka benci adalah bayangan yang ada di baliknya. Semakin terang cahaya lampu, semakin gelap pula bayangannya. Semakin tenar seorang musisi, semakin banyak juga kebencian yang terarah kepadanya. Tetapi sudah sangat banyak di antara para musisi yang menganggap haters sebagai kritikus belaka dan mereka dengan senang hati mendapat kritik untuk memperbaiki kekurangan.…

Read More

Bekerja sebagai Musisi, Apakah Semudah Kelihatannya?

Musisi adalah seseorang yang menciptakan dan bermain musik, itu pengertian singkatnya. Menjadi seorang musisi tidaklah semudah kelihatannya. Anda tidak puas hanya dengan jawaban seperti itu bukan? Tenang, akan kami beri penjelasan. Menjadi musisi merupakan pekerjaan penting dalam bidang seni suara. Mereka memiliki peran aktif dalam dunia seni suara dan dituntut untuk menjadi profesional dalam bidang tersebut. Dengan itulah mereka bisa menghasilkan banyak uang untuk kebutuhan hidup mereka.

Sekelebat Sejarah (atau Mungkin Prasejarah)

Alat musik sendiri ada sejak zaman prasejarah di mana manusia belum mengenal bahasa sama sekali. Mungkin mereka tidak sengaja menemukan benda yang bisa bersuara dan berpikir bahwa alunan suara yang teratur itu indah dan layak didengarkan, pada akhirnya kita masih belum tahu pasti. Asumsikan bahwa alat musik pertama dibuat pada zaman neolitikum atau zaman batu muda, maka bahan-bahan yang kita bisa bayangkan hanyalah tulang belulang hewan hasil buruan manusia pada saat itu. Entah apa yang ada di pikiran orang yang membunyikan alat musik pertama kali. Mungkin dia senang? Mungkin dia takut? Atau mungkin dia merasa rileks? Kita tidak tahu. Tetapi yang bisa kita ketahui adalah berkat orang itu, kita bisa mendengar alat musik sampai sekarang. Dengan demikian, selesailah pembahasan sedikit sejarah musik, alat musik, dan musisi.

Menjadi Musisi Profesional

Saya yakin beberapa dari anda ingin menjadi musisi yang hebat suatu saat nanti. Seorang musisi profesional memiliki penhasilan yang cukup besar, tentu saja banyak orang akan berminat. Tetapi pertanyaannya adalah apakah anda memiliki kualifikasi untuk hal tersebut? Menjadi musisi tidaklah mudah, musisi adalah salah satu dari segelintir pekerjaan di mana anda menjual ide anda. Jika anda tidak memiliki ide yang bisa anda jual, untuk apa anda menjadi musisi?

Anda sedang memikirkan alternatif lain? Saya memiliki sebuah ide yang mungkin bisa anda gunakan. Benar, buatlah kontroversi. Kontroversi adalah pertentangan atau permasalahan, anda bisa menjadi terkenal dan kaya jika kontroversi anda menjual. Ambil contoh anda melakukan suatu hal yang kontroversial dan menjadi berita panas serta gosip. Akan banyak stasiun TV atau acara talkshow yang akan mengundang anda. Anda bisa jadi sangat terkenal dengan itu. Anda bisa mendapatkan banyak job dengan menjadi sedikit kontroversial. Apakah penonton akan keberatan dengan hal itu? Tentu saja tidak, siapa yang tidak suka dengan gosip di zaman sekarang?

Dampak Negatif Kontroversi

Beberapa kontroversi atau masalah dapat berdampak positif bagi anda, and abisa jadi kaya dan banyak job datang menghampiri. Tetapi kontroversi juga bisa mengundang masalah. Masalah dan keuntungan dalam kontroversi bagaikan pedang bermata dua. Jika anda tidak berhati-hati, anda bilah satunya bisa saja mengenai anda dan menyebabkan anda tewas karena pendarahan hebat. Seperti itulah juga kontroversi. Jika anda berlebihan dan tidak mengetahui batasan, anda bisa-bisa ditendang keluar dari dunia hiburan tanpa ampun. Jika itu yang terjadi, anda akan mandapat banyak kebencian dari khalayak umum.

Mari kita lihat sedikit ke belakang. Lady Gaga adalah salah satu artis dan selebritis terkenal. Seorang Lady Gaga tidak pernah jauh dari kontroversi. Salah satu kontroversinya yang paling terkenal adalah gaun berbahan daging mentah yang ia gunakan ketika MTV Video Award pada tahun 2010. Ia datang hanya mengenakan gaun berbahan daging mentah. Pakaian itu mengundang kontroversi dan membuat namanya yang sudah terkenal menjadi semakin terkenal. Selain itu masih banyak lagi kontroversi Lady Gaga baik yang melibatkan dirinya sendiri dan publik figur lain.

Kesimpulan

Menjadi musisi memang tidak semudah kedengarannya. Tetapi anda bisa mendongkrak popularitas dan karir anda dengan menambah sedikit bumbu kontroversi. Jangan terlalu berlebihan dalam melakukan sesuatu, termasuk membuat kontroversi. Karena jika berlebihan anda bisa mendapat akibat buruk dan malah membuat karir dan popularitas anda turun drastis. Tidak menutup kemungkinan juga anda akan keluar dari dunia permusikan. Karena risiko itulah tidak terlalu baik untuk bergantung pada hal seperti kontroversi. Berusaha sampai titik darah penghabisan adalah yang terbaik.…

Read More

Bernyanyi Serasa Melahirkan

Dia tidak yakin dengan usia pastinya, tetapi tidak masalah. Wanita yang terpilih sebagai penyanyi milenium ini tetap abadi dengan berkolaborasi dengan artis yang lebih muda. Dan beralih dari masa lalunya yang menyakitkan.

Anda sering mendengar belalang sembah sebelum Anda melihatnya. Sebagai seorang anak, Elza Soares selalu suka mendengarkan dengungan mereka. Suara itu mengingatkannya pada registernya yang serak dan dia mencoba menirunya dengan suaranya. Kemudian, saat membawa ember berisi air ke dan dari rumahnya, dia menyadari bahwa dia sebenarnya bisa bernyanyi. “Ketika saya mengambilnya, saya akan mengerang dan, akhirnya, saya menyadari itu mengeluarkan suara [musik]. Jadi, saya terus melakukannya: membawa ember dan bernyanyi. ”

Sekarang berusia 90 tahun – meskipun akun bervariasi, dan bahkan dia tidak yakin tentang usianya.  Soares telah mengubah desas-desus itu menjadi salah satu suara paling dihormati di Brasil. Lahir di daerah kumuh favela di Rio de Janeiro dari seorang wanita pencuci dan pekerja pabrik sekitar tahun 1930. Dia telah merekam 36 album studio, tampil pada upacara pembukaan Olimpiade 2016 di Rio. Dan terpilih sebagai penyanyi terhebat dalam milenium terakhir oleh BBC di 1999. Dia telah merilis serangkaian single tahun ini – yang terbaru keluar bulan ini, dengan band Titãs. Dan masih tidak tahan membayangkan hidup tanpa menyanyi: “Tuhan melarang!”

Tetap Ekspresif dan Glamor

Soares menelepon dari apartemen tepi pantai di Copacabana. Saat kami bertemu melalui Zoom, saya mendapatkan kilatan kuku merah cerah saat tangannya muncul ke dalam bingkai. Dan seperti biasa, matanya yang ekspresif dan berbentuk almond dibuat dengan glamor. Tetangga lantai atas sedang merenovasi, dan dia mencoba memberi tahu saya bagaimana keadaannya saat kami disela oleh suara dentuman keras. “Ini tidak pernah berakhir,” katanya, sedikit kesal. Tapi sebaliknya, dia sedang dalam mood yang bagus. “Saya baik-baik saja,” katanya. “Aku menjalani kehidupan yang damai, bung. Saya tidak meninggalkan rumah. Saya berolahraga, mendengarkan musik. Begitulah cara saya menghabiskan hari-hari saya. ” Ini jauh dari favela, tapi ketika saya bertanya tentang masa kecilnya, dia meyakinkan saya: “Saya ingat segalanya.”

Dia dan ibunya akan mendengarkan lagu-lagu di radio bersama, sementara ayah bermain gitar dan bernyanyi. “Dan saya akan bernyanyi bersamanya – itu indah. Saya dibesarkan dalam keluarga yang sangat miskin dan sederhana. Tapi itu juga tempat yang penuh kasih, sehat, dan bahagia. ”

Soares jelas lebih suka mempertahankan ingatannya yang lebih dalam – dia tidak akan menguraikan masa-masa sulit di masa mudanya. Pada usia 12 tahun, ayahnya memaksanya menikah dengan seorang bocah lelaki setempat setelah dia melihat mereka berkelahi. Dan mengira dia telah memperkosanya. Di usia 13 tahun, dia melahirkan anak pertamanya. Dan pada usia 21 tahun dia sudah menjadi ibu dari tujuh anak, dua di antaranya meninggal muda.

Menjauh dari Label dan Lebih Memilih Indie

Pada tahun 1953, Soares menghadiri acara pencarian bakat radio, mencari uang untuk membeli obat bagi putranya. Pada awalnya, pembawa acara mengolok-oloknya (dia mengenakan pakaian compang-camping yang terlihat terlalu besar pada tubuhnya yang kecil). Tetapi pada saat dia selesai bernyanyi, dia sudah menganggapnya sebagai bintang. Baru pada tahun 1960, setelah sempat sebentar di Argentina dan beberapa waktu dihabiskan untuk bernyanyi di bar di sekitar Rio. Dia mendapatkan kontrak rekaman pertamanya. Pada tahun yang sama, membawakan lagu Lupicínio Rodrigues ‘Se Acaso Você Chegasse menjadi hit, memperkuat statusnya sebagai ratu samba Brasil.

Saat ini, dia cenderung menjauhkan diri dari label. “Lihat, samba adalah akar dari semua kebajikan, bukan? Samba yang membuat saya mulai. Tapi saya pikir, jika Anda bisa menyanyi, Anda harus menyanyikan semuanya. Anda tidak bisa membiarkan diri Anda menjadi pigeonholed menjadi satu ritme. ” Dia berkata bahwa dia selalu merasa terganggu ketika orang membuat asumsi tentang apa yang dia bisa dan tidak bisa lakukan berdasarkan rasnya: “Karena saya berkulit hitam, karena saya memiliki tubuh yang bagus, [orang mengira] saya harus menyanyi samba. Tapi tidak, saya harus menyanyikan semuanya. ” Mengapa begitu sering berubah? “Karena tentu saja [Anda harus]! Anda tidak bisa terjebak dalam waktu. ”

Dalam dekade terakhir, dia bercabang ke gaya lain yang tak terhitung jumlahnya. Dan berkolaborasi dengan sejumlah artis muda Brasil. Dari rapper dan penyanyi Flávio Renegado, hingga Kiko Dinucci (dari Metá Metá), hingga anggota grup Afrobeat Bixiga 70. Secara lirik, karyanya baru-baru ini lebih kasar dan lebih politis dari sebelumnya. Dalam Maria da Vila Matilde, sebuah lagu di album 2016 The Wom an at the End of the World. Dia memperingatkan pelaku agar tidak memukulnya lagi. Dia mengatakan kepadanya: “Kamu akan menyesal. Kamu mengangkat tangan ke arahku”. Demikian pula, dua rilis terbarunya, Deus é Mulher dan Planeta Fome kaya dengan komentar sosial. Tentang topik mulai dari rasisme hingga ketidaksetaraan kelas dan hak LGBTQ +.

Sudah tidak Tertarik dengan Politik

Jadi menurut saya aneh ketika saya menanyakan pendapatnya tentang Jair Bolsonaro, presiden sayap kanan Brasil, Soares. Lalu dengan cepat menolak saya: “Saya tidak berbicara tentang politik.” Mengapa? “Karena itu bukan gayaku. Saya sudah terlibat dengan politik. Saya politik. ” Dia ada benarnya – dengan berbagai masalah sosial, musiknya bisa dibilang berbicara untuk dirinya sendiri. Tetapi dia menawarkan satu nasihat: “Masalah utama dengan orang Brasil adalah bahwa mereka perlu belajar cara memilih. Setelah kami melakukannya, segalanya akan menjadi lebih baik. ”

Elza yang selalu optimis cenderung berpikir bahwa segala sesuatunya akan berubah menjadi lebih baik. Terlepas dari semua yang telah dia lalui – di kemudian hari. Dia akan kehilangan seorang putra lagi, seorang anak yang dimilikinya dari pernikahannya dengan bintang sepak bola Mané Garrincha. Ketika saya bertanya apa yang membuatnya bertahan selama ini, secara kreatif dan pribadi, dia tidak ketinggalan. “Orang lain menginspirasi saya.” Dia mengatakan kepada saya bahwa bernyanyi membuatnya merasa “hidup, karena itu berarti saya bisa menyebarkan kegembiraan. Bernyanyi memotivasi saya. Rasanya seperti melahirkan; seperti berbagi sebagian dari kebahagiaan Anda, dari suara Anda. Saya bernyanyi untuk semua orang. ”

Soares masih memiliki satu hari penuh di depannya, tetapi sebelum kami menutup telepon, manajernya bertanya apakah saya ingin melihat pemandangan. Dia membalik kamera sehingga menghadap ke jalan yang ramai di luar. Soares memberi tahu saya bahwa dia suka duduk dan berjemur – sering kali “telanjang” – di dekat jendela. “Saya melihat ke langit, lautan, air, manusia – itu indah,” katanya. “Kebebasan total.”…

Read More

The Metal God berbicara kepada NME tentang bukunya ‘Confess’, seksualitas, kesehatan mental, kehidupan dalam metal dan musik baru

Dikenal sebagai Dewa Logam (sebutan yang menjadi merek dagangnya). Pentolan Judas Priest Rob Halford telah menghabiskan lebih dari 50 tahun di barisan depan rock. Sekarang, di usia 69 tahun, dia merilis otobiografinya, Confess – kisah yang lucu. Terus terang, dan mengharukan tentang perjalanannya dari perkebunan dewan Walsall ke status dewa logam.

The Metal God

Tapi, meski penuh dengan cerita rock untuk dibakar, seperti judulnya, memoarnya mengungkapkan hidupnya dengan keterusterangan yang tak tergoyahkan. Hari-hari ini, dia menyebut dirinya sendiri, dengan anggukan kepada Quentin Crisp, sebagai “homo megah dari heavy metal”. Tetapi meskipun mengetahui dia gay pada usia 10 tahun, dia tidak keluar sampai 36 (dalam wawancara MTV). Dan menggunakan berbaring terjaga di malam hari karena khawatir hal itu dapat menghancurkan kariernya. Ketakutan dan kecemasan itu membawanya ke tempat-tempat gelap: kecanduan minuman dan obat-obatan, dan percobaan bunuh diri. Dia juga terbuka tentang pelecehan seksual yang dia hadapi. Di tangan pria yang lebih tua saat remaja dan rasa sakit seorang kekasih yang bunuh diri.

Setelah penampilannya yang mengesankan di Does Rock ‘N’ Roll Kill Braincells?!, Halford bertemu dengan NME melalui saluran telepon dari rumahnya di Phoenix, Arizona untuk mengobrol singkat tentang Confess. Dan kapan kita bisa mengharapkan materi Judas Priest baru.

Halo Rob. Apakah Anda mempelajari sesuatu tentang diri Anda dengan meninjau kembali hidup Anda untuk Pengakuan?

Rob: “Tidak juga. Saya baru berusia 69 tahun dan orang mungkin berpikir, ‘Ini adalah keajaiban yang Anda lalui’. Tetapi ada tekstur dalam cerita saya yang tidak unik bagi saya. Ada orang lain di luar sana yang pernah dianiaya, orang lain yang bermasalah dengan minuman dan obat-obatan. Dan yang harus berurusan dengan bunuh diri dalam keluarga dan teman-teman mereka. Saya tidak unik oleh imajinasi mana pun. Tetapi jika Anda mengurutkannya dari ingatan saya yang paling awal hingga saya sekarang, itu adalah cerita yang kuat dan kuat. Dan untuk alasan apa pun, semuanya tampak baik-baik saja – Saya jatuh cinta, saya sehat. Dan saya beruntung berada di band metal hebat ini 50 tahun kemudian. Saya tidak akan mengatakan saya puas, tapi saya lebih mapan. ”

Kebanyakan otobiografi rock klasik cenderung ditulis dari perspektif heteroseksual. Menurut Anda, apa dampak membaca buku seperti milik Anda terhadap anak Anda?

“Yang sangat positif. Saya pikir panutan yang Anda kagumi memiliki peran untuk dimainkan. Tetapi itu juga tergantung di mana Anda berada dalam hidup Anda. Sebagai orang muda, terutama saat Anda mulai memahami seksualitas, Anda selalu mencari hubungan. Sebagai seorang remaja, satu-satunya teman yang Anda miliki adalah musik Anda. Karena Anda membenci ibu, ayah, saudara laki-laki, saudara perempuan, sekolah, dan semua orang di dunia. Tetapi Anda menyukai musik Anda dan melihat ke arah itu untuk menemukan referensi. Dan memang benar saya tidak pernah bisa melakukan itu. Di dunia saat ini, saya ingin menganggapnya berbeda – ada begitu banyak musisi yang terbuka. Dalam segala bentuk musik sehingga bagi sebagian orang, pada saat itu dalam hidup mereka, mereka tidak merasa sendirian. ”

Anda terbuka secara terbuka di buku tentang peristiwa traumatis

Termasuk penderitaan pelecehan seksual di usia muda, bunuh diri seorang pacar, dan memerangi kecanduan alkohol dan zat. Menurut Anda, apa yang membuat Anda melewatinya? Darimana kekuatan Anda berasal?

“Banyak dari itu hanya untuk mempertahankan diri. Apalagi saat Anda telah dilecehkan. Saat Anda mengalami pelecehan, Anda berada di tempat yang buruk. Untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, Anda merasa bersalah. Anda merasa itu adalah kesalahan Anda, meskipun itu tidak pernah terjadi. Anda merasa seperti tidak dapat membicarakannya dengan siapa pun. Bahkan di dunia saat ini, itu tabu. Anda pada dasarnya diserang oleh predator.

Saya hanya beruntung karena entah bagaimana saya memiliki ketahanan dan kekuatan untuk melewatinya. Saya bukan satu-satunya orang yang harus mengalami pengalaman mengejutkan seperti itu – dan saya tidak menginginkannya pada siapa pun. Namun hal yang hebat tentang buku ini adalah saya dapat membongkar. Beberapa hal buruk yang telah terjadi pada saya yang selalu saya simpan di hati saya. Salah satu alasan saya melakukan ini adalah untuk terus mendorong dialog yang perlu kita miliki tentang pelecehan, yang perlu didahulukan. Saya berharap diskusi tentang ini dapat menghasilkan beberapa nilai positif. ”

Di Confess, Anda berbicara tentang depresi dan upaya bunuh diri Anda sendiri di tahun 1985.

Apakah Anda dibesarkan hati oleh musisi – terutama di metal – yang semakin terbuka dan ingin berdiskusi tentang kesehatan mental mereka sendiri?
“Iya. Saya telah membicarakannya dengan cukup kuat dalam beberapa tahun terakhir – terutama ketika kita kehilangan orang di metal karena [bunuh diri] itu. Bahkan sekarang, saya selalu berusaha menjangkau postingan media sosial. Penting bagi siapa pun yang merasa seperti itu untuk mencoba menjangkau. Jika Anda merasa sulit melakukannya secara langsung, kirim SMS kepada seseorang. Komunikasi sangat penting, dan kesehatan mental adalah diskusi kompleks yang perlu terus kita lakukan – terutama di metal. ”

Sudahkah Anda memberikan memoar Anda kepada salah satu rekan musik Anda untuk dibaca?

“Tidak. Belum ada yang membacanya. Kelompok yang sangat ketat telah menyaksikan beberapa peristiwa yang terjadi pada saya, dan keluarga saya jelas tahu. Tetapi sejauh lingkaran pertemanan yang lebih luas, ini akan menjadi hal baru. Saya ingin tahu tentang bagaimana ini akan diterima – itu tidak penting bagi saya, tapi pasti ada kekhawatiran. Ini seperti membuat rekaman – Anda berharap semua orang menikmati musik Anda. Yah, saya harap semua orang menikmati buku itu – kutil dan semuanya! ”

Kapan kita bisa mengharapkan musik baru dari Judas Priest?

“Sejauh Priest melangkah, kami sudah memiliki banyak pilihan lagu – secara praktis album lengkap. Untuk pergi ketika kami bisa berkumpul kembali di beberapa titik. Tapi kami perlu melakukan lebih banyak pekerjaan sebelum kami mencapai tahap produksi penuh. ”

Apakah Anda memiliki ambisi yang tersisa untuk dipenuhi?

“Saya selalu berusaha secara kreatif, itulah yang membuat Anda terus maju. Tapi di daftar keinginan saya adalah melompat keluar dari pesawat – dengan parasut jelas! Ada beberapa hal seperti itu yang tidak masuk dalam buku. Seperti bungee jumping di hutan hujan di Australia atau arung jeram. Dan berhenti dan orang itu berkata: ‘Anda bisa keluar dari kano dan berenang sekarang ‘. Sebelum disuruh masuk kembali karena ada buaya. Saya selalu tertarik melakukan hal-hal baru seperti itu dalam hidup. ”

 

 …

Read More

Bring Me The Horizon memulai karir mereka di sisi gelap spektrum. Bagian gelap dari kisah mereka telah diletakkan di belakang mereka pada tiga album terakhir mereka. Namun “Parasite Eve”, “Obey with YUNGBLUD” dan yang paling baru, “Teardrop” berkata lain. Single-single dari band ini menunjukkan bahwa akar berat metalcore dari Inggris kembali dengan sepenuh hati. Tapi bukankah kita seharusnya sudah memperkirakan ini sekarang?

Sebuah band yang didirikan dalam kecerdikan dan orisinalitas, jalan mereka untuk mengeksplorasi bakat mereka tidak dapat diprediksi. Namun, ada saat-saat yang membuktikan sisi gelap mereka selalu ada. Lihatlah judul album yang cerdik hingga petunjuk licik dari sang vokalis. Vokal Oli Sykes kembali menghancurkan pita suara. Band ini membuka bab terbaru dari sejarah mereka sarat dengan tanda-tanda yang baik. Ini menunjukkan bahwa selalu ada niat BMTH untuk kembali ke musikalitas awal mereka.

10. “Sempiternal”

Kita bisa menggali katalog belakang mereka dengan kaca pembesar. Tapi ada satu petunjuk yang sangat jelas yang terus menatap wajah kita sepanjang waktu. Sempiternal, album keempat band dan dianggap sebagai era perubahan paling ikonik mereka. Namanya berasal dari kata Latin kuno “sempiternus”, yang berarti “waktu abadi” atau “tidak berubah”. Apakah anak laki-laki Bring Me mencoba memberi isyarat selama ini bahwa mereka akan kembali ke sisi gelap suatu hari nanti? Apakah para penggemar berasumsi bahwa era Sempiternal akan berlangsung selamanya? Apa pun maksud Anda, mereka tahu cara membuat pernyataan yang rumit pada tahun 2013.

9. “Ludens”

Sebuah single yang diproduksi untuk soundtrack video game Death Stranding: Timefall, “Ludens” adalah badai sempurna dari setiap era BMTH digabungkan. Ini mengeluarkan getaran synth “amo”. Dipadu lirik tunggal “That’s The Spirit”. Kerusakan Sempiternal yang dibawakan sangat terasa. Dilengkapi sesekali kilasan sekilas tentang kebrutalan tak terkendali “There Is A Hell”. Seolah-olah itu adalah tur sejarah band yang penuh warna. “Ludens” memberikan kilas balik tak terduga ke masa lalu pra-Sempiternal mereka saat merayakan evolusi mereka. Apakah lajang yang sedikit dirayakan ini merupakan pertanda pengembalian yang besar? Hanya waktu yang akan memberitahu.

8. “Doomed”

Dari momen pertama That’s The Spirit, Bring Me The Horizon telah mengembalikannya ke warisan berat mereka. Di jantung track pembuka “Doomed” terletak pertunjukan nostalgia Sykes pada era album There Is A Hell. Riff gerinda muram dan atmosfer metalcore ikonik yang tidak akan terlihat aneh di Sempiternal. Meskipun menjadi pengantar era baru untuk BMTH, “Doomed” berdiri sebagai pengubah bentuk. Lagu ini bisa masuk ke dalam bab manapun dari katalog belakang mereka yang bervariasi. Ini juga berfungsi sebagai tengara dalam sejarah metalcore. Karena lagu ini merinci momen tepat di mana soundbite yang nyata dan imersif menjadi bisnis besar di kancah genre itu.

7. “Drown”

BMTH menggunakan “Drown” untuk memperkenalkan kita pada era That’s The Spirit. Berpegang teguh pada sound yang Suicide Season-esque, suara kasar dan lirik putus asa, serta demoralisasi. Produksi besar di tahun 2014 ini menjaga panggung berat mereka selama evolusi mereka. Dalam video yang menyertainya, band ini berjuang melawan perubahan fisik sambil berusaha mempertahankan penampilan profesional. Sebuah komentar tentang tahap Spirit dalam karir mereka? Pengungkapan bahwa drummer Mat Nicholls sebenarnya adalah manusia serigala? Anda saja yang tentukan kebenarannya.

6. “Antivist”

Kekacauan terorganisir dari “Antivist” menangkap esensi yang mentah dan pedas dari album Suicide Season. Lagu ini menggunakan kematangan BMTH yang diperoleh pada saat Sempiternal muncul. Menggunakan kecepatan terik dikombinasikan dengan keganasan Sykes yang tidak terkekang. Ini membuat comeback dominan mereka ke tengah panggung. Tidak ada yang mengabaikan penghargaan ini untuk sifat berat mereka. Melayani sebagai tumpahan teh tanpa batas untuk kritik mereka, “Antivist” menjaga semangat awal Bring Me tetap hidup. Mereka meludahkan racun konstruktif melalui beberapa lirik paling brutal mereka hingga saat ini. “Oh, give me a break, you deluded, ill-informed, self-serving prick. If you really believe in the words that you preach / Get off your screens and onto the streets.”

5. “Throne”

Sama seperti semua kemiripan berat hilang dalam pergolakan neon That’s The Spirit, “Throne” melemparkan garis kehidupan berbentuk Sempiternal. Dikemas dengan getaran agresif klasik dan melodi yang mengingatkan pada “Crooked Young”. Keunggulan teknologi dan surealis pada lagu ini adalah satu-satunya petunjuk bahwa lagu ini tidak termasuk dalam album kelima mereka. Pembangkangan dan penampilan drumnya yang hebat melampaui generasi Spirit. Videoklipnya dikemas dengan gaya Game Of Thrones yang membengkokkan pikiran. Ini membuat “Throne” menjadi petunjuk jelas lainnya bahwa sisi gelap mereka akan kembali pada akhirnya.

4. “Shadow Moses”

“THIS. IS. SEMPITERNAL!”

Kami tidak dapat mendiskusikan masa lalu BMTH yang berat tanpa mendengar teriakan ikonik dari “Shadow Moses”. Pertunjukan meriah Sempiternal tentang penguasaan teriakan awal Sykes adalah pernyataan berani dari niat kuat yang menyatu dengan atmosfer segar. Karakteristik dari showstoppers antemik album keempat mereka, “Shadow Moses” berdiri dan menuntut untuk didengarkan sekeras pendahulunya, seperti “Visions.”. Lagu ini membawa kekuatan dari There Is A Hell … ke babak baru mereka. “Shadow Moses” adalah pengingat yang menjengkelkan bahwa Bring Me tidak pernah bisa benar-benar meninggalkan masa lalu mereka.

3. “MANTRA”

Teaser pertama era amo. “MANTRA” mengejek konsep mengikuti orang lain secara membabi buta dan memuntahkan sistem kepercayaan. Hal ini dipadu dengan selentingan riff berat yang nikmat. Seluruh album tidak mengikuti kesan pertama yang kelam ini. Tetapi menanam lagu yang menyeramkan ini di bagian depan bab baru mereka menunjukkan bahwa beratnya BMTH akan kembali. Mereka pun mengakhiri semuanya dengan video teraneh yang pernah dibawakan Bring Me. Video itu menampilkan interpretasi menyeramkan dari pemakaman Sykes. “MANTRA” membangun era baru mereka di atas dasar nada kritis Sempiternal. Ini adalah BMTH yang kental dengan kilatan pengaruh modern.

2. “Crooked Young”

“Crooked Young” yang menjentikkan leher sejauh ini adalah pertunjukan terberat yang pernah kami lihat dari BMTH selama bertahun-tahun. Dikemas dengan vokal ganas khas Sykes yang memecah paru-paru. Tambahan yang tidak setia di Sempiternal ini mencela agama dengan cara paling brutal. Lagu ini meludahkan racun ke segala arah. Produksi sinematik yang ketat pada “Crooked Young” menentukan generasi 2013 dari Bring Me. Mereka melakukannya dengan menyelinap dalam suara orkestra dari “It Never Ends” tahun 2010. Secara halus ini mengingatkan penggemar bahwa mereka tidak berniat mengubur masa lalu mereka yang berat… setidaknya tidak untuk lama.

1. “wonderful life”

Slot tamu di album amo yang paling tidak terduga dari Cradle Of Filth’s Dani Filth. “wonderful life” memberi kami petunjuk terbesar bahwa hari-hari BMTH yang berat sama sekali tidak mati dan pergi. Videonya berisi Filth yang sangat kabur tentang bisnis sehari-harinya. Ia berada dalam riasan dan perlengkapan panggung penuh yang memadukan getaran synthy segar Bring Me. Dengan estetika gelap, video ini meninggalkan kombinasi masa lalu dan masa kini yang tidak nyaman. Lagu ini dipersenjatai dengan riff yang menekuk, referensi singkat ke Ed Gein dan beberapa lirik paling sarkastik dalam karir mereka. BMTH tidak secara halus memberi tahu kami bahwa mereka belum menyerah pada akarnya.…

Read More

Dia duduk di ruang tamunya di Boston, memainkan “If the World Was Ending” oleh JP Saxe di pianonya. Tertangkap saat itu, dia menutup matanya saat suaranya semakin keras.

“Tapi jika dunia ini akan berakhir, kau akan datang, benar,” katanya. “Kamu akan datang dan menginap malam.”
Dengan hampir setiap kalimat, seorang pria di luar layar mengejeknya. “Tidak, perjalanan yang mengerikan jika dunia ini akan berakhir. Sungguh ide yang bodoh,” godanya, suaranya meninggi di setiap pengamatan. “Jika dunia ini berakhir, tidak ada anak laki-laki yang diizinkan!”

Sheena Melwani

Temui penyanyi Sheena Melwani, yang bersama dengan “ayah India yang sebenarnya” telah menjadi sensasi TikTok. Mereka adalah pasangan di balik serial “Interrupted”, di mana Melwani menyanyikan lagu-lagu populer dan dia menyela dengan komentar jenaka.

Video pendek mereka telah memikat penggemar yang membutuhkan tumpangan selama tahun yang sulit yang dilanda ketegangan politik dan pandemi mematikan. Mereka juga menarik perhatian penyanyi seperti John Legend, yang berkomentar tentang betapa hebatnya suara Melwani.

Antara nyanyiannya, tusuk jarum yang lucu, dan tawanya yang tak terkendali sebagai tanggapan. Setiap klip menawarkan beberapa momen kegembiraan selama waktu yang gelap.

“Saya pikir salah satu hal terpenting yang muncul dari semua ini jauh lebih besar. Dari sekadar video seorang gadis bernyanyi dan diinterupsi dengan meriah,” kata Melwani kepada CNN.

“Kegembiraan karena video-video ini telah membawa orang-orang adalah hadiah yang sebenarnya. Anda dapat melihat banyak komentar dari orang-orang di seluruh dunia mengatakan betapa mereka sangat menikmatinya. Dan betapa ikatan keluarga mereka atas tawa dan musik.”

Fans Datang untuk Musik tapi Tetap untuk Tawa

Melwani menggambarkan dirinya sebagai artis media dan penyanyi yang bercita-cita tinggi. Dia membagikan video di YouTube, Facebook, TikTok dan Instagram, di mana mereka dapat menarik ratusan ribu tampilan. Mereka sangat populer di TikTok, di mana dia memiliki 1,7 juta pengikut.

Di sini, kontennya yang tidak biasa cocok. Ini bukan lip-sync atau dancing. Ini tidak melibatkan trik sulap eye-popping atau anak anjing berbulu halus. Kebanyakan orang datang untuk mendengarkan musik, tapi tetap untuk tertawa.

Serial “Interrupted”

mereka menampilkan beberapa lagu pop terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Cover Melwani tentang “Granat” Bruno Mars adalah favorit penggemar. Dengan lirik seperti “Aku akan menangkap granat untukmu, lemparkan tanganku pada pisau untukmu. Aku akan melompat ke depan kereta untukmu,” – lagu tersebut tanpa ampun diejek oleh “ayah India yang sebenarnya. ”

“Apa yang kamu katakan? Ya. Benar-benar omong kosong,” katanya sambil bernyanyi tentang bagaimana dia mencegat senjata mematikan untuk cinta. “Bermain piano dengan tangan berdarah? Ini bukan contoh cinta yang baik. Tidak bisa mencintai orang yang berdarah, yang sedang berlatih, terjebak di depan.”

Ini Dimulai Sebagai Cara untuk Terhubung Selama Pandemi

Kolaborasi mereka dimulai secara acak.

Seperti orang lain, Melwani mencari cara untuk tetap terhubung dengan orang yang dicintai selama pandemi. Jadi dia beralih ke musik – hasrat seumur hidupnya.

“Saya mulai melakukan konser langsung di halaman Facebook saya, di mana saya akan menerima permintaan. Hampir seperti jukebox manusia, tiga kali seminggu,” katanya. “Kemudian saya memutuskan untuk merekam lagu setelah salah satu sesi online saya untuk diposting di Instagram.”

Lagu itu adalah “If the World Was Ending” dari Saxe.

“Saat saya memulai lagu, olok-olok itu dimulai. Saya memutuskan untuk terus bernyanyi, berharap sepenuhnya untuk menghapus video tersebut. Tapi setelah melihat bagaimana kami berdua tertawa begitu keras, saya memutuskan untuk mempostingnya di halaman TikTok saya.”

Bergabung dengan TikTok

Itu di bulan Mei, bulan yang sama dia bergabung dengan TikTok. Saat itu dia memiliki delapan pengikut – kebanyakan anggota keluarga.

“Video tersebut mulai ditonton lebih dari sekadar keluarga dan teman saya, dan dalam semalam akun saya mulai berkembang,” katanya. “Mengingat kesenangan yang kami alami dan banyaknya kegembiraan yang kami sebarkan. Saya memutuskan untuk menjadikan video ‘Terganggu’ sebagai pokok postingan online saya.”

Basis penggemarnya telah meroket. Postingan asli itu telah dilihat lebih dari 2,9 juta kali dan menarik penggemar dari seluruh dunia. Melwani sejak itu melakukan cover dari lagu-lagu Ed Sheeran, Alicia Keys dan banyak bintang lainnya.
Dalam momen lingkaran penuh, Saxe membalas budi. Bulan lalu, dia memposting video dirinya menyanyikan lagunya. Tapi kali ini, dia mengganti liriknya dengan kata-kata dari serial “Interrupted” Melwani.

Suara Misterinya Bukanlah yang Mungkin Anda Pikirkan

Satu aturan sederhana Melwani untuk memilih lagu yang dia nyanyikan adalah tidak boleh menyinggung.

“Saat saya mendengar musik di radio, jika saya mendengar lirik yang nyentrik, saya perhatikan. Kami juga mendapatkan begitu banyak saran bagus dari pengikut saya melalui pesan langsung di Instagram,” katanya.

Dia memulai setiap lagu dengan sungguh-sungguh. Kemudian, begitu wisecracks dimulai, wajahnya melebar menjadi senyuman. Kadang-kadang dia bersandar dan tertawa. Di lain waktu, dia mencoba untuk tetap berwajah datar dan menjaga ketenangannya. Itu tidak selalu berhasil.

Melwani mengatakan penyela dia tidak mendengarkan lagu-lagunya terlebih dahulu karena dia tidak ingin merusak efek organik dan spontan dari semuanya.
“Semua komentar yang Anda dengar tidak masuk akal,” katanya. “Saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi sehingga reaksi saya 100% asli. Saya pikir ini adalah salah satu alasan mengapa semua ini begitu menyenangkan.”

Close the Door

Baris tanda tangan “ayah India asli”, “Close the Door”. Yang pada dasarnya berarti, “Kita sudah selesai di sini” – telah menjadi frasa umum di antara penggemar mereka.

Di akun media sosial Melwani, komentator memperdebatkan identitasnya. Di feed media sosialnya, dia muncul dengan bobblehead kartun besar yang ditumpangkan sendiri. Dia menjaga privasinya dan menolak mengungkapkan dirinya untuk cerita ini.

“Asyiknya, suara misterius itu tetap menjadi misteri di halaman media sosial saya. Begitu banyak orang menikmati olok-olok itu sehingga sayang sekali jika dia mengungkapkan dirinya sekarang,” kata Melwani.

Tapi dia memberikan petunjuk kecil.

Itu bukan ayahnya – seperti yang dipercayai beberapa penggemarnya. Juga bukan kerabat acak yang membuat lelucon dan lelucon ayah di ruang tamunya.

Ini … tunggu … suaminya, ayah dari dua anak mereka.

Tutup jendelanya!

 …

Read More

John Lennon sangat menyadari tempatnya dalam aliran musik, dan kekuatan serta kelemahan dari penulisan lagunya sendiri. Kecenderungannya untuk berbicara dengan guratan tebal – “Sebelum Elvis tidak ada apa-apa!” – kadang-kadang menyangkal keragaman dalam karyanya, dan warisannya yang rumit.

Lennon akan berusia 80 tahun pada 9 Oktober. Wawancara putranya Sean baru-baru ini dengan Paul McCartney menyoroti beberapa aspek tentang bagaimana kemitraan mereka membentuk praktik musik populer. McCartney ingat melihat Lennon berkeliling secara lokal – di bus. Dalam antrean ikan dan kentang goreng – sebelum pertemuan pertama mereka yang terkenal di Woolton Fête. Mencatat dengan persetujuan pada saat identifikasi Lennon yang baru lahir dengan subkultur Teddy Boy.

Yang penting, lingkungan sosial bersama mereka merupakan fondasi penting untuk kemitraan musik. Sean Lennon juga bertanya-tanya tentang ketidakamanan ayahnya sebagai musisi dan perasaan bahwa. “Entah bagaimana dia secara resmi bukan musisi sejati, dan semua orang begitu.”

Tanggapan McCartney mengatakan: “Menurut saya tidak ada di antara kita yang seperti itu, katakan yang sebenarnya. Dan saya pikir itu adalah hal yang sangat bagus dan kuat tentang kami, sebenarnya.”

Bagian dari pentingnya The Beatles sebagai sebuah fenomena. Beserta kemitraan Lennon-McCartney di dalamnya, adalah bahwa kesuksesan industri. Sisi kreatifnya yang luar biasa membantu menanamkan “band” sebagai modus operandi untuk menjadikan musik populer menjadi mata uang budaya bersama.

Mode pembuatan musik otodidak. Yang digerakkan oleh rekan sejawat yang muncul dari awal rock and roll and skiffle diperkuat saat generasi berikutnya dari eksponennya. Termasuk Lennon dan McCartney – mengambil keuntungan dari kondisi sosial yang santai saat tahun 50-an memberi jalan ke 60-an.  Menutup kesenjangan antara aktivitas amatir dan komersial.

Usaha Bersama

Mick Jagger pernah menyebut The Beatles sebagai “monster berkepala empat”. Memang, mitos penciptaan The Rolling Stones sendiri.  Jagger dan Keith Richards yang masih muda menyalakan kembali persahabatan masa kecil di stasiun kereta Dartford melalui pertemuan kebetulan. Paket rekaman musik blues – menempati tempat yang sama dalam narasi sejarah dengan Lennon dan McCartney yang pertama dalam pertemuan mereka.

Aspek mendasar yang penting tentang bagaimana kemitraan semacam itu bekerja. Bagaimanapun, adalah bahwa selain muncul dari bermusik otodidak. Kehidupan sosial yang kasar dan kacau dari tuntutan formal sekolah dan masyarakat dewasa. Mereka menggabungkan apa yang sampai sekarang. Sering kali merupakan fungsi yang terpisah – yaitu penulis lagu dan pemain. Ini tidak hanya terjadi di rock.

Peran Penulis

Peran penulis lagu sebagai penanda keaslian dalam musik rock – menyanyikan gubahannya sendiri – berasal dari mata air Romantis. Yang berasal dari abad ke-18, seniman sebagai sumber inspirasi dan nilai yang lebih dari sekadar penghibur. Itu juga diambil dari tradisi rakyat, sebagai penyanyi-penulis lagu menegaskan individualitas mereka – Bob Dylan adalah contoh kasus di sini.

Tapi ada rasa keaslian yang tumbuh dalam band, yang berada dalam keanggotaan serta musiknya. Itu penting, misalnya, ketika Ringo Starr mengidap tonsilitis dan digantikan untuk bagian tur Australia oleh drummer pengganti Jimmy Nicol. Kemitraan penulisan lagu seperti Lennon-McCartney, dan Jagger, Richards (sebagaimana mereka muncul di bagian kredit) berada di jantungnya.

Mereka juga merupakan pusat dari dinamika kekuatan di dalam band. Ada – dan ada – keuntungan finansial untuk dikreditkan sebagai penulis lagu selain menjadi pemain dalam hal hak dan royalti yang diperoleh. Band adalah kemitraan dalam beberapa tingkatan: sosial, kreatif dan finansial. Memang, beberapa tindakan dengan sengaja mengubah arah pengaturan mereka untuk menjelaskan hal ini.

R.E.M., Red Hot Chilli Peppers, dan U2. Misalnya, memberikan penghargaan kepada semua anggota band terlepas dari siapa yang menulis lagu atau bagian tertentu. Queen beralih ke aransemen seperti itu dan menjauh dari kredit komposer individu. Sebagian sebagai cara untuk mengurangi perselisihan intra-band tentang lagu mana yang akan dipilih sebagai single.

Pindah

Dalam kasus The Beatles, Lennon dan McCartney telah berhenti menulis lagu bersama beberapa tahun sebelum band benar-benar berpisah. Meskipun sebagai pemain dan rekan band mereka terus membantu membentuknya dalam proses produksi. Ketegangan di salah satu sumbu ini mungkin berkelanjutan. The Beatles mengambil jalan yang berbeda seiring dengan berlalunya tahun 60-an. Seperti hal yang wajar bagi teman-teman sekolah saat mereka beranjak dewasa dan memulai keluarga.

Tetapi pada akhir dekade, perbedaan simultan dalam jalur kreatif, sosial dan keuangan membuat kemitraan tidak dapat dikelola. “Perbedaan musik” sering kali secara bercanda disebut sebagai proxy untuk permusuhan pribadi. Namun sebenarnya, berbagai utas seringkali sulit diurai sepenuhnya.

Akhirnya, Lennon dan McCartney saling melengkapi sebagai kepribadian dan sebagai musisi. Fasilitas melodi McCartney diperhalus di beberapa sisi Lennon yang lebih kasar. Pasir Lennon menambahkan tekstur dan memberi ragi pada beberapa kecenderungan sakarin McCartney.

Warisan

Warisan mereka, bagaimanapun, lebih dari sekedar musik. Keberhasilan mereka bertepatan dengan, dan membantu membentuk, ledakan budaya anak muda sebagai usaha kreatif dan komersial.

Kami tidak dapat mengetahui, tentu saja, apa yang akan terjadi seandainya Lennon hidup hingga 80 tahun, terutama mengingat bahwa. Masalah bisnis mereka surut di masa lalu – hubungan pribadinya dengan McCartney menjadi lebih hangat lagi pada permulaan tahun 1980-an. Dengan hiruk pikuk The Beatles di belakang mereka, mereka menemukan kesamaan tentang masalah paruh baya yang lebih membosankan.

Seperti yang dikatakan McCartney:

Kami mengobrol tentang cara membuat roti. Hal biasa saja, lho. Dia sudah punya bayi saat itu – dia sudah punya Sean – jadi kita bisa bicara tentang bayi. Keluarga dan roti dan semacamnya. Jadi itu membuatnya sedikit lebih mudah, fakta bahwa kami adalah teman.

Tetapi fakta bahwa evolusi mereka sebagai penulis lagu. Sebagai teman berlangsung bersama-sama masih terasa dalam kemunculan perusahaan musik populer dari halaman sekolah. Beserta kelompok sebaya muda di rock dan seterusnya.

 …

Read More