Beginilah Cara Artis Musik Terkenal Menghadapi Haters

Dunia Musik dan Kebencian

Industri musik sudah berdiri sejak lama sekali dan meninggalkan ratusan nama-nama musisi legendaris dan ribuan karya-karya mereka. Banyak di antara karya-karya legendaris tersebut masih sering terdengar di telinga kita, entah kita tidak sengaja mendengarkan musik orang lain maupun kita sengaja mendengarnya. Seperti itulah siklus dunia musik yang tidak pernah berhenti. Seorang musisi lahir, kemudian berlanjut dengan ia meninggalkan karya, dan berakhir dengan perginya musisi tersebut dari dunia ini. Dalam dunia seni, segala macam karya memang bersifat abadi, tingkat keabadian juga tergantung seberapa hebat penciptanya. Dalam dunia musik juga demikian, musisi yang terkenal akan abadi meskipun dia sudah tidak memiliki tubuh fana di dunia ini. Tetapi ada satu yang selalu tersisa di setiap siklus suatu musisi. Ya anda benar, ketidaksukaan orang lain terhadap diri musisi tersebut dan karyanya.

Kebencian dalam dunia musik sudah ada sejak industri musik bermula. Para pembenci atau yang biasa kita sebut haters ini selalu ada di manapun, kapanpun, dan kepada siapapun. Bahkan musisi sekelas dan sekaliber Beethoven saja memiliki haters. Ketika karir musisinya dimulai, Beethoven memiliki haters yang tidak sedikit meskipun jumlah penggemarnya lebih banyak. Bahkan di abad ke-21 seperti sekarang ini masih banyak yang membenci Beethoven. Bagaimana Beethoven mengatasi kebencian yang mengarah kepada dirinya? Dia acuh tak acuh terhadap hal tersebut. Itu yang musisi legendaris Beethoven lakukan, lalu bagaimana dengan musisi abad ke-21 sekarang ini?

Musisi Modern dan Haters

Musisi yang aktif di era modern seperti ini juga tidak luput dari kebencian yang terarah kepada mereka. Mereka para musisi baik modern maupun musisi terdahulu tetaplah seorang manusia. Manusia memiliki kutukan bahwa jika ada kecintaan pasti juga ada kebencian. Karena itulah siapapun termasuk musisi tidak luput dari kebencian. Jika kita membicarakan musisi modern, kita akan dihadapkan dengan perundungan siber, ujaran kebencian, dan masih banyak lagi kebencian yang ada di internet. Ya, faktor utama yang membuat kebencian semakin berkembang dan mudah menyebar adalah karena internet. Musisi yang aktif sebelum era komunikasi berkembang tidak akan mendapatkan kebencian separah yang musisi modern dapat saat ini.

Cara Musisi Modern Menghadapi Haters

Musisi modern memang memiliki kebencian yang terarahkan kepada mereka melalui banyak hal, termasuk media komunikasi dan gawai. Namun bagaimana mereka bisa mengatasi kebencian yang terarah kepada mereka tersebut? Berikut adalah cara musisi-musisi modern mengatasi kebencian tersebut:

  • Martin Garrix yang Menganggap Kebencian sebagai Perhatian Berlebih

Martin Garris merupakan seorang produser musik elektronik. Dengan kata lain Martin Garrix termasuk sebagai musisi modern, karena itu ia juga tidak luput dari kebencian yang terarahkan kepadanya. Martin Garrix pernah berkata bahwa kebencian yang terarah kepadanya hanyalah bentuk perhatian yang sedikit berlebihan.

  • Beyonce yang Membatasi Akses Internet

Beyonce yang seorang diva musik papan atas ternyata memiliki cara unik untuk mengatasi kebencian tersebut. Beliau yang sedari awal memang jarang membuka internet tidak terlalu ambil pusing dengan berbagai kebencian tersebut. Memang benar ia tetap merasa sakit hati, tetapi itu bukan hal yang perlu seorang diva pusingkan, jadi ia menjauhkan diri dari internet.

  • Coldplay yang tidak Peduli

Coldplay memilih cara yang cukup simpel untuk mengahadapi kebencian yang terarah kepada mereka. Mereka tidak memedulikan hal tersebut sama sekali dan mereka sering berkata bahwa mereka ada untuk menghibur orang lain dan bukan untuk menghiraukan kebencian yang terarah kepada mereka. “Mereka yang membenci grup musik ini (Coldplay) biarkan saja, kami tidak peduli.” Ucap Chris Martin saat wawancara.

Akhir Kata

Kebencian memang sudah mengakar pada diri manusia. Jika suka adalah cahaya lampu yang terang, maka benci adalah bayangan yang ada di baliknya. Semakin terang cahaya lampu, semakin gelap pula bayangannya. Semakin tenar seorang musisi, semakin banyak juga kebencian yang terarah kepadanya. Tetapi sudah sangat banyak di antara para musisi yang menganggap haters sebagai kritikus belaka dan mereka dengan senang hati mendapat kritik untuk memperbaiki kekurangan.